Halo sahabat sehat. Gimana kabarnya nih??Alhamdulillah sehat yaa. Pada kesempatan kali ini, kita akan belajar tentang salah satu penyakit endemik negara Indonesia. Nah, langsung saja sahabat sehat. Ini dia nih, penyakit demam berdarah!!
1. Apa sih Demam Berdarah itu??
Demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua nyamuk ini dapat menggigit di pagi hari sampai sore menjelang petang. Penularan terjadi saat nyamuk menggigit dan menghisap darah seseorang yang sudah terinfeksi virus dengue, ketika nyamuk tersebut mengigit orang lain, maka virus akan tersebar. Hal tersebut terjadi karena nyamuk berperan sebagai medium pembawa (carrier) virus dengue tersebut.
2. Faktor Risiko Demam Berdarah
Demam berdarah dapat dipicu oleh faktor risiko tertentu. Beberapa faktor risiko demam berdarah, yaitu:
• Pernah mengalami infeksi virus dengue sebelumnya;
• Tinggal atau bepergian ke daerah tropis; dan
• Bayi, anak-anak, orang lanjut usia, dan orang dengan kekebalan tubuh yang lemah.
3. Gejala Demam Berdarah
Gejala umumnya timbul 4-7 hari sejak gigitan nyamuk, dan dapat berlangsung selama 10 hari. Beberapa gejala demam berdarah, yaitu:
• Demam tinggi mencapai 40 derajat Celsius;
• Nyeri kepala berat;
• Nyeri pada sendi, otot, dan tulang;
• Nyeri pada bagian belakang mata;
• Nafsu makan menurun;
• Mual dan muntah;
• Pembengkakan kelenjar getah bening;
• Ruam kemerahan sekitar 2-5 hari setelah demam;
• Kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening; dan
4. Pencegahan Demam Berdarah
Demam berdarah hingga menimbulkan dengue shock syndrome dapat dicegah dengan pemberian vaksin dengue. Vaksin ini diberikan pada anak usia 9-16 tahun, sebanyak 3 kali dengan jarak 6 bulan.
Vaksin dengue mengandung 4 serotipe virus. Karena itu, vaksin tetap diberikan pada anak yang sudah pernah terinfeksi. Hal ini untuk membentuk kekebalan tubuh anak terhadap tipe virus Dengue berbeda.
Selain dengan vaksin, demam dengue dapat dicegah melalui kegiatan PSN (pemberantasan sarang nyamuk). PSN dilakukan dalam dua kali pengasapan insektisida atau fogging. Pengasapan kedua akan dilakukan satu minggu setelah pengasapan pertama, untuk membunuh jentik nyamuk yang tidak dapat dibasmi saat pengasapan pertama.
Metode PSN lain adalah dengan rutin menjalankan 3M-Plus, terutama pada musim hujan. Langkah 3M, yaitu:
- Menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi atau toren, minimal tiap pekan.
- Menutup rapat tempat penampungan air.
- Mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Selain itu, lakukan pula langkah Plus untuk membantu pencegahan. Langkah Plus antara lain dengan mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah, memasang kawat anti nyamuk di ventilasi rumah, menaburkan bubuk larvasida (abate) pada penampungan air yang sulit dikuras, menggunakan kelambu saat tidur, menanam tumbuhan pengusir nyamuk, dan menghentikan kebiasaan menggantung pakaian. Cara lain untuk mencegah gigitan nyamuk adalah dengan menghindari area yang rentan terjadi infeksi.
Perlu diketahui, gigitan nyamuk dapat menembus pakaian yang ketat. Karena itu, disarankan agar mengenakan pakaian longgar. Sebagai perlindungan tambahan, gunakan losion antinyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET). Akan tetapi, meski tergolong efektif, jangan gunakan DEET pada bayi di bawah usia 2 tahun.
5. Pengobatan Demam Berdarah
Tidak ada metode khusus untuk menangani demam berdarah. Pengobatan yang dilakukan adalah untuk mengatasi gejala dan mencegah infeksi virus semakin memburuk. Dokter akan menganjurkan pasien melakukan beberapa hal berikut:
• Minum banyak cairan dan istirahat yang cukup.
• Mengonsumsi obat penurun panas, untuk meredakan demam. Namun hindari aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) karena dapat memperparah perdarahan.
• Selain memberi pasien berbagai saran di atas, dokter juga akan memberitahu pasien dan orang tua pasien mengenai tanda dehidrasi, dan menyarankan pasien untuk selalu memerhatikan jumlah urine yang keluar.
• Bila diperlukan, pasien akan diberikan asupan cairan melalui infus. Pemberian cairan infus ini akan dibarengi pemantauan detak jantung, denyut nadi, tekanan darah, dan jumlah urine yang keluar.
Untuk lebih jelasnya, mari kita dengarkan vlog berikut (Klik disini).
Nah, sekian dulu yaa sahabat sehat. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Assalamu'alaikum sahabat sehat😊.
Untuk lebih jelasnya, mari kita dengarkan vlog berikut (Klik disini).
Nah, sekian dulu yaa sahabat sehat. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Assalamu'alaikum sahabat sehat😊.
Sumber informasi:
Referensi:
https://www.alodokter.com/demam-berdarah/pengobatan
https://www.halodoc.com/kesehatan/demam-berdarah
Sumber gambar:
Gambar 1: https://Demam%20Berdarah.jpg


Than's infonya,Sangat bermanfaat sista😁
BalasHapus