Kamis, 09 April 2020

Jumat, 27 Maret 2020

Accident Investigation

Resume Materi Accident Investigation
Dasar K3






Nama: Amelani Yonelia
NIM: 1911212037



Jumat, 13 Maret 2020

Yuk, Kenali Demam Berdarah


Halo sahabat sehat. Gimana kabarnya nih??Alhamdulillah sehat yaa. Pada kesempatan kali ini, kita akan belajar tentang salah satu penyakit endemik negara Indonesia. Nah, langsung saja sahabat sehat. Ini dia nih, penyakit demam berdarah!!

 1. Apa sih Demam Berdarah itu??


Demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua nyamuk ini dapat menggigit di pagi hari sampai sore menjelang petang. Penularan terjadi saat nyamuk menggigit dan menghisap darah seseorang yang sudah terinfeksi virus dengue, ketika nyamuk tersebut mengigit orang lain, maka virus akan tersebar. Hal tersebut terjadi karena nyamuk berperan sebagai medium pembawa (carrier) virus dengue tersebut.

2. Faktor Risiko Demam Berdarah
Demam berdarah dapat dipicu oleh faktor risiko tertentu. Beberapa faktor risiko demam berdarah, yaitu:
Pernah mengalami infeksi virus dengue sebelumnya;
Tinggal atau bepergian ke daerah tropis; dan
Bayi, anak-anak, orang lanjut usia, dan orang dengan kekebalan tubuh yang lemah.

3. Gejala Demam Berdarah
Gejala umumnya timbul 4-7 hari sejak gigitan nyamuk, dan dapat berlangsung selama 10 hari. Beberapa gejala demam berdarah, yaitu:
Demam tinggi mencapai 40 derajat Celsius;
Nyeri kepala berat;
Nyeri pada sendi, otot, dan tulang;
Nyeri pada bagian belakang mata;
Nafsu makan menurun;
Mual dan muntah;
Pembengkakan kelenjar getah bening;
Ruam kemerahan sekitar 2-5 hari setelah demam;
Kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening; dan
Pendarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit.


4. Pencegahan Demam Berdarah
Demam berdarah hingga menimbulkan dengue shock syndrome dapat dicegah dengan pemberian vaksin dengue. Vaksin ini diberikan pada anak usia 9-16 tahun, sebanyak 3 kali dengan jarak 6 bulan.
Vaksin dengue mengandung 4 serotipe virus. Karena itu, vaksin tetap diberikan pada anak yang sudah pernah terinfeksi. Hal ini untuk membentuk kekebalan tubuh anak terhadap tipe virus Dengue berbeda.
Selain dengan vaksin, demam dengue dapat dicegah melalui kegiatan PSN (pemberantasan sarang nyamuk). PSN dilakukan dalam dua kali pengasapan insektisida atau fogging. Pengasapan kedua akan dilakukan satu minggu setelah pengasapan pertama, untuk membunuh jentik nyamuk yang tidak dapat dibasmi saat pengasapan pertama.
Metode PSN lain adalah dengan rutin menjalankan 3M-Plus, terutama pada musim hujan. Langkah 3M, yaitu:
- Menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi atau toren, minimal tiap pekan.
- Menutup rapat tempat penampungan air.
- Mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Selain itu, lakukan pula langkah Plus untuk membantu pencegahan. Langkah Plus antara lain dengan mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah, memasang kawat anti nyamuk di ventilasi rumah, menaburkan bubuk larvasida (abate) pada penampungan air yang sulit dikuras, menggunakan kelambu saat tidur, menanam tumbuhan pengusir nyamuk, dan menghentikan kebiasaan menggantung pakaian. Cara lain untuk mencegah gigitan nyamuk adalah dengan menghindari area yang rentan terjadi infeksi.
Perlu diketahui, gigitan nyamuk dapat menembus pakaian yang ketat. Karena itu, disarankan agar mengenakan pakaian longgar. Sebagai perlindungan tambahan, gunakan losion antinyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET). Akan tetapi, meski tergolong efektif, jangan gunakan DEET pada bayi di bawah usia 2 tahun.

5. Pengobatan Demam Berdarah
Tidak ada metode khusus untuk menangani demam berdarah. Pengobatan yang dilakukan adalah untuk mengatasi gejala dan mencegah infeksi virus semakin memburuk. Dokter akan menganjurkan pasien melakukan beberapa hal berikut:
Minum banyak cairan dan istirahat yang cukup.
Mengonsumsi obat penurun panas, untuk meredakan demam. Namun hindari aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) karena dapat memperparah perdarahan.
Selain memberi pasien berbagai saran di atas, dokter juga akan memberitahu pasien dan orang tua pasien mengenai tanda dehidrasi, dan menyarankan pasien untuk selalu memerhatikan jumlah urine yang keluar.
Bila diperlukan, pasien akan diberikan asupan cairan melalui infus. Pemberian cairan infus ini akan dibarengi pemantauan detak jantung, denyut nadi, tekanan darah, dan jumlah urine yang keluar.
Untuk lebih jelasnya, mari kita dengarkan vlog berikut (Klik disini).
Nah, sekian dulu yaa sahabat sehat. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Assalamu'alaikum sahabat sehat😊.

Sumber informasi:
Referensi:
https://www.alodokter.com/demam-berdarah/pengobatan
https://www.halodoc.com/kesehatan/demam-berdarah
Sumber gambar:
Gambar 1: https://Demam%20Berdarah.jpg





Jumat, 06 Maret 2020

Ibu Cerdas, Anak Sehat


                                                    KESEHATAN IBU DAN ANAK





Assalamualaikum sahabat sehat, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang kesehatan ibu dan anak. Pada saat sekarang ini, kita ketahui bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator derajat kesehatan. Namun. masalah kematian dan kesakitan ibu di Indonesia masih merupakan masalah besar. Dengan demikian, pelayanan kesehatan ibu dan anak menjadi prioritas utama dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. 

                                                               



Tahukah kamu mengenai pelayanan kesehatan ibu dan anak itu?
Nah, berikut ini kita akan membahas mengenai pelayanan kesehatan ibu dan anak. Sebelum itu, tentu kita harus mengetahui dulu, definisi kesehatan ibu dan anak. Berikut penjelasannya.

Sahabat sehat, kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu upaya di bidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi dan anak balita serta anak prasekolah. Tujuan program kesehatan ibu dan anak (KIA) adalah tercapainya kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal, bagi ibu dan keluarganya untuk menuju Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) serta meningkatnya derajat kesehatan anak untuk menjamin proses tumbuh kembang optimal yang merupakan landasan bagi peningkatan kualitas hidup manusia seutuhnya. Sedangkan tujuan khusus program KIA adalah:
 1. Meningkatnya kemampuan ibu (pengetahuan, sikap, dan perilaku) dalam mengatasi kesehatan diri dan keluarganya dengan menggunakan teknologi tepat guna dalam upaya pembinaan kesehatan keluarga, Desa Wisma, penyelenggaraan Posyandu dan sebagainya. 
2. Meningkatnya upaya pembinaan kesehatan balita dan anak prasekolah secara mandiri di dalam lingkungan keluarga, Desa Wisma, Posyandu dan Karang Balita, serta di sekolah TK. 




3. Meningkatnya jangkauan pelayanan kesehatan bayi, anak balita, ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan ibu menyusui. 
4. Meningkatnya kemampuan dan peran serta masyarakat, keluarga, dan seluruh anggotanya untuk mengatasi masalah kesehatan ibu, balita, anak prasekolah, terutama melalui peningkatan peran ibu dalam keluarganya.

Upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu dan anak adalah sebagai berikut:
a. Bagi ibu hamil, selalu konsumsi makanan yang mengandung zat gizi seimbang seperti makanan yang banyak mengandung zat besi, asam folat, kalsium, protein, vitamin dan zat gizi lainnya.



b. Pemeriksaan kandungan secara rutin
Saat kandungan memasuki trisemester pertama dan kedua, ibu hamil cukup memeriksakan kehamilannya sekali dalam sebulan. Tetapi setelah memasuki usia trisemester ketiga, ibu hamil harus sering memeriksakan kehamilan bisa dua minggu sekali sampai seminggu sekali setelah mendekati masa persalinan.



c. Menghindari aktivitas fisik secara berlebihan
Selama mengandung, ibu hamil tetap bisa beraktivitas yang tergolong ringan dan aman. Bila usia kandungan sudah mendekati masa persalinan, jangan lupa istirahat yang cukup agar tubuh tidak terlalu kelelahan.



Upaya pemeliharaan kesehatan bayi dan anak harus ditujukan untuk mempersiapkan generasi yang akan datang yang sehat, cerdas, dan berkualitas serta untuk menurunkan angka kematian bayi dan anak.
b)      Upaya pemeliharaan kesehatan anak dilakukan sejak anak masih dalam kandungan, dilahirkan, setelah dilahirkan dan sampai berusia 18 (delapan belas) tahun.
c)      Upaya pemeliharan kesehatan bayi dan menjadi tanggung jawab dan kewajiban bersama bagi orang tua, keluarga, masyarakat, Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Kabupaten/Kota.
d)      Setiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, kecuali atas indikasi medis.
e)      Selama pemberian air susu ibu, pihak keluarga, Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Kabupaten/Kota dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus.
f)       Penyediaan fasilitas khusus pemberian air susu ibu diadakan di tempat kerja dan tempat sarana umum.
g)      Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
h)      Standar pelayanan untuk menjaga kesehatan anak berpedoman pada peraturan perundang-undangan.
i)        Dinas menyusun petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis pelaksnaan upaya kesehatan bayi dan anak.
Untuk info selengkapnya, silakan kunjungi http://fkm.unsrat.ac.id/wp-content/uploads/2015/05/JURNAL-thia.pdf.

Nah, gimana sahabat sehat. Pastinya sudah tahu bukan? 
Demikianlah sedikit informasi yang bisa admin sampaikan, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi pembaca. Admin mengucapkan terima kasih dan mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan. Sampai jumpa di lain waktu sahabat sehat. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Sumber referensi :
Sumber informasi:
https://lamongan.go.id/dinkes/kesehatan-ibu-dan-anak/
http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20120515/086605/pelayanan-kesehatan-ibu-dan-anak-prioritas-utama-pembangunan-kesehatan/

Foto 1: https://img.beritasatu.com/
Foto 2: https://www.google.com/
Foto 3: https://bulelengkab.go.id/
Foto 4: http://3.bp.blogspot.com/
Foto 5: https://i2.wp.com/riniisparwati.com/
Foto 6: https://www.google.com/